Langsung ke konten utama

Harapan dari Pesisir

 

 17 Oktober 2020


Angin sepoi-sepoi telah memberi tanda bahwa sebentar lagi musim teduh akan segera tiba. Kehadirannya juga merupakan kebahagian bagi para petani, hasil panen melimpah ruah. Pun sama halnya dengan nelayan mereka sangat bersukacita menyambut kedatangannya. Saat itu adalah saat dimana keadaan permukaan laut kembali bersahabat, seolah-olah ia melambaikan tangan perdamaian kepada mereka.

Orang-orang disini adalah manusia yang sangat bergantung dengan superioritas alam. Olehnya untuk meramu hubungan baik itu mereka melangkah dengan penuh perasaan. Ada rasa saling pengertian antara manusia dengan yang maha dasyat itu. Tidak hanya sebatas itu mereka menjaga hubungan dengan selalu mengadakan ritus meriah sebagai wujud rasa syukur atas kerjasama yang tidak ternilai ini.

Selepas bergembiraria mereka (nelayan petani) akan kembali bergerumbul dengan apa yang mereka peroleh dari kemurahan hati dari alam sendiri. Seolah sudah menjadi sebuah perjanjian bahwa akan ada saat dimana manusia akan beristrahat sembari melihat amukan dari sang alam. Saat itupula banyak manusia yang hampir menghembusakan hidupnya lantararan tidak melakukaan sambutan hangat kepada sang maha dasyat itu. Sehingga mereka berani menantang keganasan dari alam itu sendiri. Beruntunglah bagi manusia yang telah lebih awal mempersiapkan dirinya sebelum amukan itu menampakan dirinya.

Kembali kepada sekumpulan manusia yang tidak mempunyai persiapan itu, surut ombak dan henti deras hujan adalah harapan besar bagi mereka. Yang melaut akan berlomba mencari sisa-sisa amukan dari harmoni angin dan air asin itu. Yang bertani, mereka berebut cangkul dan ani-ani untuk memotong sisa kepalan sayap dari sang angin. Keadaan ini benar-benar menantang jiwa mereka. Tidak ada sedikitpun tujuan untuk melawan keuatan dari alam. Manusia-manusia itu hanya berusaha mengimbangi dan mencuri kesempatan darinya.

    Hingga malam tiba, manusia itu masih berani menyalakan api ditengah gemuruh hujan dan hembusan angin. Mereka sedang mencari setengah hidup yang sedang terancam keberadaannya. Namun mereka juga tidak menyadari bahwa ancaman itu di kecampula oleh sang alam. Manusia-manusia ini sungguh hidup kedalam tekanan besar, jiwaraganya adalah jaminan dari keberaniannya. Siapa sangka, ternyata mereka memperoleh pengetahuan dari tekanan itu. Orang-orang ini dapat menyelamatkan hidupnya dari ancaman alam. Olehnya mereka merawat pengetahuan itu dan menjadikannya sebagai penyeimbang kehidupannya dengan alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kesadaran Kelas Begitu Penting: Studi Kasus Pabrik di Morowali

Mengapa Kesadaran Kelas Begitu Penting: Studi Kasus Buruh Pabrik di Morowali Morowali, Sulawesi Tengah, kini dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Keberadaan pabrik-pabrik pengolahan nikel dan industri logam menarik ribuan buruh dari berbagai daerah. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas industri ini, muncul persoalan yang lebih dalam: bagaimana para buruh memahami posisi mereka dalam struktur sosial dan ekonomi yang ada. Di sinilah pentingnya kesadaran kelas — yaitu kesadaran tentang posisi sosial, ekonomi, dan kepentingan bersama sebagai kelompok pekerja. Artikel ini membahas mengapa kesadaran kelas sangat penting bagi buruh pabrik di Morowali, serta bagaimana teori-teori sosial klasik dapat membantu menjelaskan hal tersebut. Teori Kesadaran Kelas 1. Pengertian Kesadaran Kelas Kesadaran kelas adalah pemahaman seseorang atau sekelompok orang terhadap posisi mereka dalam struktur masyarakat — terutama dalam hubungan antara pihak yang memiliki alat produk...

Jejak Suram Hukum di Indonesia

  04 Juni 2020 Jejak Suram Hukum di Indonesia             Keadilan dalam setiap penerapan hukum merupakan tujuan utamanya. Dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, hukum adalah panglima tertinggi, ia sangat berperan penting terhadap tujuan kemanusian dan keadilan. Namun terkadang penerapan hukum tidak selalu berorientasi kepada tujuan idealisnya, hukum bisa saja menjadi ancaman bagi orang-orang tak bersalah. Jika kita melihat rekam jejak kebijakan hukum di Indonesia tentunya banyak sekali hal yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip penerapa hukum. Ada banyak hal yang menjadi pengaruh sehingga menjadikan hukum terlihat pincang. Beberapa faktor yang sangat fundamental adalah politik, uang dan oligarki. Hal demikian dapat kita temui berdasarkan kasus-kasus sebelumnya dimana adabanyak orang tidak bersalah divonis penjara lantaran tidak sejalan dengan kepentingan politik pragmatis, divonsi penjaran lantaran hakim disogok oleh orang-orang ...

Bocah Malang

  06 April 2020 Bocah Malang                Kejadian itu berawal dari rumor bahwa petinggi di Daerah X telah melakukan tindakan asusila kepada seorang bocah di bawah umur. Berita tidak mengenakkan itu pertama kali terdengar melalui via telepon dari kakakku, saat itu saya sedang berada di luar kota. Pertamakali mendengarnya saya tersontak kaget, sambil membatin bahwa peristiwa itu pasti tidak benar adanya. Saya menemui salah seorang rekan kerja dari petinggi itu dengan maksud mengkonfirmasi berita yang sudah beredar di tengah orang-orang x tersebut. Kami menentukan jam pertemuan berserta lokasinya dengan tujuan untuk membahas masalah ini sebelum mencuat ke publik. Pada pertengahan pertemuan saya memperlihatkan beberapa postingan di beranda facebook yang membahas kabar asusila petinggi daerah x itu. Kebetulan saya mengetahui persis latar belakang orang yang memposting kabar tersebut, selain itu saya juga mengetahui siapa orang-orang...